Thursday, November 22, 2018

Mencari Drama Korea yang Layak Ditonton

Awal nonton drama Korea dari jaman Autumn in My Heart (2000) sampai sekarang 
Dari yang semula nonton karena pemainnya cakep-cakep dan ceritanya menyayat hati sampai yang sekarang terkagum-kagum dengan perkembangannya.
Ceritanya dengan latar belakang yang beragam dari dunia politik, hukum, kedokteran, polisi, militer....dan banyak yang dikerjakan dengan riset yang serius dan tidak lagi mengandalkan adegan yang mengurai airmata, pemain yang kinclong, dan drama setengah mimpi tentang kisah cinta LDR (LDR beda kota, beda alam, beda jaman, beda ekonomi, beda turunan yang ekstrem). 
Ya..memang harus pinter-pinter milih sih....karena tiap tahun jumlahnya banyaaaak banget. Kabarnya produksinya saat ini sudah naik 3 kali lipat dari awal 2000an.

Karena pilihannya banyak jadi nggak perlu ragu untuk nggak usah terusin nonton kalau begitu lihat ada yang nggak sreg. Biasanya kalau pas nonton trus pengen komentar : ihhh bodohhhhh! Dan kalau banyak scene sogokan yang nggak perlu seperti cowok lagi mandi atau adegan mesra yang terlalu sering itu juga tanda drama "nggak beres".
Tinggalin...cari yang lain

Tapi bagaimana cara cari drama yang bagus dan sesuai selera? 
Berdasar pengalaman...kalau nonton berdasar rekomendasi dari web dan blog penggemar KDrama itu tidak membantu...yahh mungkin beda selera sih...(sampai sekarang saya nggak ngerti kenapa banyak orang yang menganggap bagus Another Miss Oh, padahal semua masalah dengan gampang dibikin terjadi karena orangnya lagi mabuk  dan tiap hari ada adegan mereka mabuk, dan banyak adegan sogokan pliss deh)
Berdasar rating juga nggak menolong, Stranger bagus tapi rating jeblok

Jadi bagaimana triknya?
Kalau saya pingin nonton drama baru, biasanya lewat drama yang sudah saya suka. Lihat penulisnya, directornya lalu googling dia buat drama apa saja. Bisa cek di asianwiki.com
Misalnya awalnya saya suka dengan dialog di A Gentleman Dignity,  Writer-nya Kim Eun-Sook. Jadi saya cek semua drama yang dia tulis. Jadilah saya tonton The Heirs, Descendants of the Sun, Guardian: the Lonely and Great God dan Mr. Sunshine.
Walaupun nggak terlalu suka dengan Goblin  Semua dramanya dialognya seperti yang saya suka dan terakhir-terakhir ini jor-joran dalam cinematography-nya...mungkin karena DoS yang sukses luar biasa.
Atau karena saya suka I Can Hear Your Voice yang ditulis Park Hye-Ryun maka jadi nonton Page Turner dan While You Were Sleeping.
Tapi cara itu sepertinya tidak terlalu sukses untuk On the Way to Airport 😂

Cara lain, cari daftar rekomendasi dari orang yang salah satunya merekomendasikan drama yang kita suka...itu juga cukup membantu. Karena paling nggak akan ada irisan selera dengan kita.

Tetapi memang tetep sihhh...semua caranya dimulai dengan kita punya patokan dulu drama semacam apa yang ingin kita lihat. 

Bagi newbie yang pengen coba-coba nonton drama Korea, saya merekomendasikan:
1.  The Moon Embracing The Sun (2012)
Cerita masa Kerajaan Korea kuno, tentang raja yang jatuh cinta dengan orang yang sama untuk kedua kalinya. Walau ada tokoh jahatnya tapi nontonnya nggak was-was karena rajanya cerdas dan ganteng.

2. Descendant of The Sun (2016)
Sukses bukan hanya bermodal pemain ganteng dan cantik. Walaupun sebenarnya jalan ceritanya biasa saja, tapi dialognya cerdas dan kocak (hal yang selalu saya ulang untuk menggambarkan tulisan Kim Eun-Sook). Dan gambarnya bagussss.....

3. Oh My Venus (2015)
Cerita tentang usaha menurunkan berat badan, tapi digambarkan secara detail 'penderitaan' yang harus dilalui. Bikin semangat buat olahraga sihhh
Dan seingat saya ini awal munculnya tren kacamata berlensa besar bundar berbahan logam dan celana ngatung 7/8 nggak jelas  yang dipadukan dengan atasan resmi untuk baju kerja

4. Encounter (2018)
Cerita romantis dua orang dengan beda status dan umur. Cukup lumayan untuk yang sedang pingin nonton cerita yang ringan, bikin baper (dikit) tapi nggak lebay dan maksa sampai bikin neg.

Tambahan
Drama ini bisa dilihat secara negatif, dengan anggap merek ini gold digger dan tantenya. Tapi berhubung cowoknya diceritakan sebagai anak manis dan super baik jadi kayaknya yang nonton terima-terima aja



Untuk yang mau nonton drama romantis yang bukan tentang anak sekolah/kuliahan bisa nonton:
1. A Gentleman Dignity (2012)
Cerita tentang persahabatan 4 laki-laki umur 40an dalam mencari cinta (tsaaaah....)
2. On the Way to Airport (2016)
Sekali-kalinya saya membenarkan ada orang selingkuh. Dan pemeran utama prianya sangat gampang dijatuhcintai hahahahaha 
3. Mr. Sunshine (2018)
Cerita perjuangan dan cinta berlatar belakang Korea di akhir 1800an, dalem...feelingnya tetap terasa walau tidak ada -sama sekali- adegan ciuman. Dan cinematography-nya bikin terbengong-bengong

Rekomendasi lain:
1. Stranger (2017)
Cerita tentang jaksa dan polisi yang bekerja sama untuk memecahkan kasus pembunuhan yang ujungnya terkait masalah politik. Walaupun dari Korea tapi jangan berharap ada adegan sooo-sweet ...karena tokoh utamanya saja hampir nggak pernah senyum. 
2. I Can Hear Your Voice (2013)
Cerita berlatar belakang sekitar tugas jaksa dalam menangani kasus di pengadilan. Ini drama yang awalnya membuat saya terbengong-bengong dengan kemampuan mereka membuat cerita yang buat cinta-cintaan. Tapi saya kurang sreg dengan kisah romantis tokoh utamanya sih....
3. While You were Sleeping (2017)
Persahabatan tiga orang, yang bersama-sama berusaha menolong orang yang muncul dalam mimpi mereka dan berusaha mencari tahu mengapa mereka memiliki kesamaan yang mengikat mereka...pastinya bukan karena mereka suka menjilati tutup yogurt sihh
4. My Mister (2018)
Atau My Ajussi tentang kehidupan 3 bersaudara laki-laki umur 40an dengan masalah hidupnya masing-masing dan seorang gadis miskin licik tapi cerdas dan pemberani yang pernah membunuh orang
5. Sky Castle (2018)
tentang usaha gila-gilaan orang kaya di Korea agar anaknya bisa sekolah di universitas yang ternama. Kayaknya segeblek-gebleknya sekolah di sini nggak ada yang anak SDnya pulang jam 10 malam 
Bisa gila kalau jadi anak sekolah di Korea

Kalau mau nonton KDrama yang pemainnya ganteng cantik dengan cerita yang masih bisa diterima tanpa banyak ngomel :

1. City Hunter (walau kadang harus menahan diri karena lihat jagoan tapi pakai baju rumbai-rumbai atau celana pink!)
2. Healer (ceweknya cakepan pas rambutan masih berombak)
3. K2 (agak lebay sih...tapi berhubung yang main ganteng....)
4. Heirs (ketuaan buat jadi anak SMA)
5. Goblin (Kalau si goblin lagi childish kadang jadi pingin nabok)
6. King 2 Heart
7. Suits

Monday, September 03, 2018

The Four Agreements

Don Miguel Ruiz

The Four Agreements Summary:

Be Impeccable With Your Word – Speak with integrity.  Say only what you mean.  Avoid using the word to speak against yourself or to gossip about others.  Use the power of your word in the direction of truth and love.

Don’t Take Anything Personally – Nothing others do is because of you.  What others say and do is a projection of their own reality, their own dream.  When you are immune to the opinions and actions of others, you won’t be the victim of needless suffering.

Don’t Make Assumptions – Find the courage to ask questions and to express what you really want.  Communicate with others as clearly as you can to avoid misunderstandings, sadness, and drama.  With just this one agreement, you can completely transform your life.

Always Do Your Best – Your best is going to change from moment to moment; it will be different when you are healthy as opposed to sick.  Under any circumstance, simply do your best, and you will avoid self-judgement, self-abuse, and regret.

Wednesday, June 27, 2018

Do and Don't dalam commuter line

Don't:
- Berisik. Ngobrol kenceng-kenceng nggak berhenti-henti
- Nyender ke orang
- Pakai 2 pegangan sekaligus
- Buang sampah sembarangan
- Cuek duduk walau ada yang lebih membutuhkan
- Kaki selonjor sampai melewati garis batas kaki
- Berdiri depan pintu menghalangi yang mau turun-naik

Do:
- Sebaliknya
- Banyak sabar, nggak perlu komentar yang nggak penting
- Ikut bantu cari tempat duduk buat orang tua, saat diperlukan, kadang cuma modal mulut

Sunday, April 29, 2018

Margonda dulu dan sekarang

Jaman akhir 90an sepanjang jalan Margonda banyak bermunculan warung tenda dengan beragam jualan. Sebagian besar berjualan nasi uduk + pecel ayam. Bahkan band the Fly pun sempat punya satu tenda minuman.
Tren berubah di awal 2000, warung internet bermunculan
Sekarang, sekitar 10 tahun sesudahnya jumlah warung internet di Margonda nyaris tak tersisa
Saat ini yang memenuhi Margonda adalah tempat kuliner. Rasanya setiap lewat selalu terlihat ada warung kopi atau tempat makan baru yang dibuka

Sabtu-Minggu lewat Margonda siap-siap macet

#draf ditulis sambil kena macet Margonda

Saturday, April 14, 2018

Menghilangkan Bad Mood

Beberapa hari lalu di kereta, layar di tengah kereta menguraikan cara menghadapi bad day, yang setelah didengarkan, menurut saya, nggak praktis dan kadang menimbulkan masalah baru.
Misalnya :
- Masuk ke toko bunga dan beli karangan bunga paling bagus. Plis deh berapa harga karangan bunga? Mungkin bete ilang, tapi uang yang terpakai bisa jadi mengurangi jatah pengeluaran lain. Dan itu tips khusus perempuan ya?
- Mendengarkan teman curhat. Alasannya biar nggak merasa sendirian yang bermasalah.
Emang dikira dengerin curhat orang nggak melelahkan?
- Memandang bintang di langit. Trus?

Kalau saya, cara penanggulangan bad mood itu begini:
- Pasang musik. Kalau sedang di jalan pakai headset. Kalau sedang di rumah lebih baik lagi karena bisa sambil joget kacau yang penting badan bergerak
- Hujan-hujannya sepulang kerja. Sambil nangis juga nggak ketahuan
- Lakukan hobi kita. Jahit, gambar apa saja yang bisa mengalihkan pikiran
- Telpon orang dekat. Tapi ngobrolin hal lain saja
- Pernah juga bad mood hilang tak sengaja. Ceritanya pas pagi bad moods iseng naik trans ke kantor tapi baru setengah jalan tambah kesel karena macet dan udah telat *dan kebelet pipis*. Akhirnya turun naik ojek, di jalan kena angin, kena matahari dan abang ojeknya ganteng sampai kantor bad mood sudah hilang sendiri

Berkunjung ke Pasar Tanah Abang



Sabtu lalu sambil menunggu toko langganan buka, saya mengamati orang yang lalu –lalang.  Dan dalam waktu yang tidak terlalu lama ada sekelompok ABG dan satu keluarga yang sudah dua kali lewat di depan saya. Jadi lah terpikir untuk buat tulisan tentang Pasar Tanah Abang.

Pasar Tanah Abang memang memiliki banyak kelebihan dibanding pasar-pasar lain di Jabodetabek. Lokasinya di pusat Jakarta dengan 6 blok yang saling terhubung membuat pengunjung memiliki banyak sekali pilihan barang dengan harga yang relative murah, apalagi jika membeli secara grosir.
Hanya saja bagi yang belum terbiasa, berkunjung ke Tanah Abang kadang bukan merupakan pengalaman yang menyenangkan. Mengapa?

  • ·         Banyaknya pilihan barang  awalnya menyenangkan tapi kalau sulit menetapkan pilihan akan bikin pusing. Pilihan barang itu juga disertai pilihan harga. Karena meskipun judulnya pasar, tetapi ada juga barang-barang premium yang dijual dengan harga lumayan mahal
  • ·         Tanah Abang itu sangat luas, Blok A saja memiliki 12 lantai untuk toko (di luar tempat parkir) dan masing-masing lantai memiliki 6 los, tapi kalau sudah pusing kadang kita sering terjebak muter-muter di situ-situ saja. Sampai malu sama yang punya toko. “Eh tadi kita udah ke sini belum ya?”
  • ·         Barang sih memang murah dan lucu tapi apa yakin bakal dipakai ? Apalagi kalau perginya rame-rame kadang tergiur beli sesuatu yang  bukan-gue- banget-deh (tapi lucu….tapi akhirnya nggak pede pakai).
  • ·         Pajaknya banyak. Selain biaya makan siang, kalau kalap sering terbeli barang-barang di luar tujuan awal.

Dengan semua kepusingan itu kalau belinya hanya sedikit sih lebih baik ke  tempat yang dekat rumah saja, nggak capek.
Tapi untuk yang berniat bulat ke Tanah Abang begini gambarannya.  Bagian utama dari Pasar Tanah Abang itu ada di 4 gedung. Blok A, Blok B, Metro dan Blok F ini urutan berdasar ukuran pasar.
Blok A terdiri dari 19 lantai (luas per lantainya harus cek google dulu heeehe) :12 lantai toko, 1 lantai foodcourt, rooftop untuk masjid, 5 lantai yang full untuk parkir (lantai 9 ke atas), Bangunan paling tinggi dengan ornament warna hijau di atasnya .
Blok B terdiri dari 16 lantai: 10 lantai untuk toko pakaian dll, 6 lantai untuk parkir. Terletak di samping kiri Blok A  kalau dari arah jalan KH Mas Mansyur (atau sebelah selatan Blok A). Blok A dan B terhubung di semua lantai dengan beberapa pintu penghubung
Metro, seingat saya, tempat belanjanya hanya 7 lantai. Letaknya di seberang jalan dari Blok A dan B terhubung oleh 2 jembatan di atas jalan KH Mas Mansyur, di lantai Ground dan 1.
Blok F malah hanya 4 lantai untuk toko. Terletak di belakang Blok A dan B, dari Blok A dan B bisa jalan lewat bawah, dan ada juga beberapa pintu penghubung di Lower Ground dan Ground. Blok F ini yang paling dekat dengan stasiun Tanah Abang jika kita berjalan kaki lewat  Jati Baru.
 Bagi yang mau beli untuk dipakai sendiri lebih baik tidak perlu ke Metro. Di sini sebagian besar barang grosir yang harus dibeli dalam jumlah minimal antara 3-6 pcs. Harganya memang jauh lebih murah sih tapi apa iya mau pakai baju model sama cuma beda warna ? Juga Blok F, bangunan pasar yang paling tua dibanding 3 yang lain walaupun beberapa tahun lalu bagian dalamnya sudah direnovasi, dipasang AC, escalator diaktifkan dan ubin baru. Entah kenapa di Blok ini orang-orang masih berperilaku jorok , buang sampah sembarangan dan merokok. Tapi harganya memang relative lebih murah dibanding di Blok A dan B dan bisa beli satuan. Jenis produk yang dijual di Blok F mirip di Blok A dan B, yang menurut saya beda adalah barang di Metro. Di Metro itu  kebanyakan barang impor dari China, Taiwan atau Hong Kong? Entahlah… baju-baju sih lucu-lucu, dalam arti positif , godaan banget deh kalau ke sini dan walaupun di sini ada dress panjang yang bisa jadi gamis tapi seingat saya tidak ada yang jual baju koko atau jilbab atau mukena di Metro. Jadi ingat saja kalau ke sini jangan cari mukena.
Untuk memudahkan berbelanja perlu diketahui spesialisasi masing-masing lantai. Beda dengan Metro dan Blok F yang tiap lantainya cenderung gado-gado campur, di Blok A dan B ada pengelompokan per lantai. Dan pengelompokan ini sama untuk Blok A dan B. Berikut daftar pengelompokan dari lantai yang terbawah.
·         Lantai B2 (Basement 1)=  kain brokat, tile,batik , perlengkapan jahit menjahit renda segala rupa, pita, payet)
·         Lantai B1 =  korden, sprei, dan rupa-rupa kain dari katun , kanvas, blacu
·         Lantai SLG = campur-campur dari baju tidur, jilbab, blazer, jilbab, mukena, baju muslim
·         Lantai LG (Lower Ground) = mirip SLG. Lantai SLG dan LG ini lantai yang sejajar dengan jalan pintu keluar utama.
·         Lantai G (Ground)= baju anak
·         Lantai 1 = baju dalam , seragam sekolah , baju/seragam olah raga (ada yang menyediakan sablon/bordir di tempat), kaos kaki, baju pria, jaket, jeans
·         Lantai 2 = batik
·         Lantai 3 = tas dan sepatu/sandal
·         Lantai 3A = aksesoris
·         Lantai 5 = baju muslim, jilbab, mukena, baju koko
·         Lantai 6 = butik pakaian pria/wanita, beda model dengan lantai lain
·         Lantai 7 = tas dan sepatu/sandal impor
·         Lantai 8 = foodcourt
·         Lantai 9 – 12A = tempat parkir
·         Lantai A = masjid
Untuk Blok B lantai 6 -11 adalah tempat parkir.
Setiap lantai Blok A dan B memiliki 6 deret yang berhadap-hadapan yang disebut Los dari Los A hingga F. Bedanya di Blok A los A dimulai dari sebelah kiri dari pintu masuk utama , kemudian Los B dan seterusnya dengan los paling kanan los F. di Blok B los A dimulai dari sebelah kanan , kemudian Los B dan seterusnya dengan los paling kiri los F. Penomoran tokonya  memutar –balik, jadi toko nomor 1 berhadapan dengan nomor terbesar. Hal ini perlu diketahui kalau misalnya untuk mencari alamat toko  atau kalau kepisah lebih baik salah satu diam di satu toko agar mudah dicari (kecuali kalau iseng maupun diumumkan lewat speaker di seluruh pasar).
Tips berbelanja di Tanah Abang
1.       Baca doa sebelum masuk pasar agar tidak kalap. Selain doa yang sering saya ingat-ingat kalau masuk pasar adalah “yang lucu dilihat belum tentu lucu dipakai” diulang sampai pegel
2.       Buat daftar belanja dan focus ke daftar tersebut, kalau kebanyakan tengok yang lain-lain seringnya barang tujuan awal justru tidak terbeli
3.       Bawa uang secukupnya, ketimbang keterusan. Kalaupun kurang, ada ATM center di Blok A lantai B1 dan B2 los F, Blok B lantai LG los A bagian belakang, lantai dasar Blok F dan hampir semua lantai ada beberapa ATM
4.       Harga barang umumnya tidak terlalu bisa ditawar. Kalaupun bisa paling turun 5ribuan. Kecuali untuk tas, kalau agak ngotot bisa turun lumayan
5.       Kalau dalam gedung lumayan aman dari copet tapi tetap harus selalu waspada
6.       Kalau mau pindah lantai lebih cepat pakai escalator dibanding lift. Lift nunggunya lama dan sering penuh. Kalau berpindah banyak lantai di Blok A pilih escalator yang ada di pinggir –pinggir deretan Los B dan E ada empat di depan dan belakang, jangan escalator tengah, karena yang pinggir-pinggir itu eskalatornya bersambung sehingga hemat waktu dan tenaga (apalagi kalau bawa belanjaan banyak). Di Blok B , escalator semacam itu ada di sebelah kanan depan.
7.       Kecuali bisa datang pagi-pagi sekali lebih baik tidak bawa kendaraan pribadi. Karena begitu di atas jam 8an pagi biasanya hanya bisa dapat tempat parkir di lantai atas dan saat keluar akan perlu waktu lama. Alternatif lain parkir di luar pasar, dan minta porter bawa belanjaan ke mobil.
8.       Ada beberapa tempat sholat kecil di beberapa lantai, tapi yang paling luas adalah masjid di atap Blok A, agak perlu usaha untuk ke sana tapi enak untuk sholat dan meluruskan kaki sesudah capek belanja. Juga ada tempat sholat di Blok B di lantai B1 (atau B2 ya?) los F, terpisah untuk wanita ada di tengah sebelah foodcourt sedang untuk pria di ujung depan.
9.       Foodcourt Blok A lantai 8 pilihan makanannya banyak dan tempat luas. Tapi tetap saja di jam makan siang kadang sulit mendapat tempat duduk, jadi perhitungkan waktu baik-baik.


Tuesday, September 26, 2017

Penjual layang-layang


Saat sedang menghitung-hitung penentuan harga makanan yang akan saya jual di bazar kantor, tak sengaja saya lihat layang-layang yang tergantung di jendela

Masih saya ingat pagi hari saat saya membelinya seharga dua ribu. Padahal menurut saya dihargai lima sampai sepuluh ribu pun masih pantas
Tapi bapak itu tidak serakah. ...ia merasa cukup dengan keuntungan yang, tentunya, kurang dari dua ribu

Sementara saya sedang resah karena sepertinya keuntungan penjualan saya hanya sekitar lima ribuan saja
Sungguh....cukup itu ada di hati bukan di rekening

Ya Allaah semoga Kau limpahkan rejeki yang berkah dan tak putus-putus untuk bapak itu. Dan untuk semua makhlukMu yang tak meletakkan dunia di hatinya. Aaamiiin

Tuesday, May 16, 2017

Another Miss Oh


One of mostly reason I don't like a particular  drama series is because I don't like the leader actress
Her reaction, habit toward the problems  she faced in the drama that I can agree
Childish, stupidness, trying to be cute....pleasee
In  Another Miss  Oh it becomes worse as some plots arise from drink habit
And drinking alcohol is almost there in every scenes.
I never found another drama series involves drinking alcohol that much
So imho it is no recommended drama series

But after I watched this drama, I become put notice to the sound effect of movie /drama