Sebagai pelanggan kereta saya juga memperhatikan stasiun-stasiunnya
Hampir semua stasiun Bogor - Jakarta Kota, Bogor -Tanah Abang pernah saya singgahi... yang belum pernah mungkin hanya Sawah Besar dan Mangga Besar.
Ini adalah daftar stasiun-stasiun yang saya sukai:
1. Stasiun Pondok Cina
Stasiunnya penataannya enak, bersih, tidak perlu naik -turun tangga, di depan banyak jajanan, meskipun kalau lewat parkiran siang hari terasa panjang dan panas. Harusnya di ujung satunya ada gate lagi. Tapi saya suka terutama karena setiap sampai stasiun ini berarti saya sudah di dekat rumah.
2. Stasiun Kota
Bangunan antik. Kalau di sini biasanya moodnya bagus karena kalau nggak dari jalan-jalan, kemungkinan besar habis belanja dari Mangga Dua atau Asemka. Sayang di luarnya lumayan semrawut dan kumuh
3. Stasiun Gambir
Saya senang, karena kalau saya di stasiun ini berarti saya akan berpergian keluar kota naik kereta. As simple as that
4. Stasiun Juanda
Stasiun Juanda itu rapi bersih, banyak yang jualan dan wangi makanan tapi tidak sebanyak Gambir, layar monitor petunjuk posisi kereta ada di mana-mana. (Di Manggarai yang seramai itu malah nggak ada satu pun) Saat eskalator di stasiun lain mati di Juanda biasanya hidup terus. Dekat dengan Istiqlal. Tapi mungkin saya suka karena warnanya biru
Foto menyusul deh....
"I try to do the right thing at the right time. They may just be little things, but usually they make the difference between winning and losing".
Wednesday, June 24, 2015
Monday, January 19, 2015
Cara Menghilangkan Rasa Bosan
Saya tidak yakin ada orang yang tidak mudah bosan terhadap hal-hal yang sifatnya monoton. Termasuk juga saya.
Tetapi mungkin ada orang-orang tertentu yang bisa menyikapi keadaan itu dengan berusaha menikmati kondisi yang ada, atau dengan mempersiapkan diri menghadapi keadaan tersebut.
Langkah awal perlu dimulai dengan memahami diri sendiri. Apa saja hal-hal yang bisa membuat kita bosan dan kegiatan apa saja yang menyenangkan menurut kita.
Untuk saya hal-hal yang menyenangkan untuk dilakukan di waktu senggang ada banyak, antara lain :
Jika dalam perjalanan untuk menghilangkan bosan juga harus disesuaikan. Karena saya pusing jika membaca di mobil maka untuk menghilangkan bosan hanya bisa dilakukan oleh radio atau musik dari hp, ngobrol, atau berusaha duduk dekat jendela. Hal itu yang menyebabkan saya sebisa mungkin menghindari bepergian dengan mobil.
My worst nightmare was in long distance travel by bus, in very very heavy traffic jam with broken air conditioning in the middle of bright sunny day
Habis ide.... bersambung deh
Tetapi mungkin ada orang-orang tertentu yang bisa menyikapi keadaan itu dengan berusaha menikmati kondisi yang ada, atau dengan mempersiapkan diri menghadapi keadaan tersebut.
Langkah awal perlu dimulai dengan memahami diri sendiri. Apa saja hal-hal yang bisa membuat kita bosan dan kegiatan apa saja yang menyenangkan menurut kita.
Untuk saya hal-hal yang menyenangkan untuk dilakukan di waktu senggang ada banyak, antara lain :
- Baca buku pop culture economics, seri Malcom Gladwell, novel-novel pun. Memperluas wawasan, melatih otak agar tetap bekerja, minimal bikin semangat pingin nulis ini itu.
Btw, dari kelima seri itu tinggal David Goliath saja yang belum punya, gara-gara kurang sreg dengan penggambaran tentang cerita David & Goliath ini. Belum tahu nantinya mau beli atau tidak
- TWITTER! Dari twitter belajar betapa kadang jalan pikiran orang bisa sangat absurd. Belajar memahami kadang pandangan orang bisa berada di dua titik yang berlawanan secara ekstrim. Kadang keduanya punya alasan yang terdengar masuk akal. Akal sehat, hati nurani, pengetahuan sangat penting untuk bisa membuat kita menentukan posisi kita di antara dua titik ekstrim itu.
- Nonton film Korea dan 3Idiots berulang-ulang sambil nangis-nangis dan ketawa-ketawa (dan setrika baju)
- Jalan-jalan ke mol, menyusuri jalan di kompleks rumah-rumah kuno, ke Tanah Abang cari barang dagangan, nulis di cafe, ambil foto dari sana -sini. Melihat ini itu, ketemu orang ini itu, itu sungguh menjauhkan diri kita dari sikap sombong dan penggerutu
- MASAK! Bangun pagi cari tukang sayur. Efeknya akan membuat kita terheran-heran dengan orang yang belanja di super market dan makan di restoran berharga ratusan ribu.
- Merajut. Beberapa waktu lalu mendapat hadiah satu kotak benang rajutan berbagai warna dan jenis. Baru satu yang sedang dikerjakan. Beberapa mau dibagi-bagi
Jika dalam perjalanan untuk menghilangkan bosan juga harus disesuaikan. Karena saya pusing jika membaca di mobil maka untuk menghilangkan bosan hanya bisa dilakukan oleh radio atau musik dari hp, ngobrol, atau berusaha duduk dekat jendela. Hal itu yang menyebabkan saya sebisa mungkin menghindari bepergian dengan mobil.
My worst nightmare was in long distance travel by bus, in very very heavy traffic jam with broken air conditioning in the middle of bright sunny day
Habis ide.... bersambung deh
Tuesday, December 30, 2014
Tahun 2015
Tumben saya kepikir untuk buat resolusi
Sampai saat ini paling tidak ada 3 hal yang ingin saya lakukan di tahun 2015
1. Bawa kamera ke mana-mana (lagi). Mau serius kumpulin foto
2. Serius belajar satu bahasa asing. Seperti ini misalnya
Getty Images
3. Meminimalkan membuang makanan. Dan mengkampanyekannya!!!
Foto dari sini
Food Wastagefootprints
Caranya : baca ini
Bismillaah.....
Sampai saat ini paling tidak ada 3 hal yang ingin saya lakukan di tahun 2015
1. Bawa kamera ke mana-mana (lagi). Mau serius kumpulin foto
Foto dari sini
Pingin buat foto seperti ini
2. Serius belajar satu bahasa asing. Seperti ini misalnya
Getty Images
3. Meminimalkan membuang makanan. Dan mengkampanyekannya!!!
Foto dari sini
Food Wastagefootprints
Caranya : baca ini
Bismillaah.....
Thursday, September 18, 2014
Sarapan di Pasar Cikini dan Sekitar
Hampir 5 bulan saya pindah tempat kerja di Salemba. Hampir tiap pagi setelah turun dari kereta di Stasiun Cikini saya berjalan melewati Pasar Cikini menuju Kampus UI Salemba. Setelah lima bulan, berikut makanan favorit saya dari Pasar Cikini dan sekitar:
1. Nasi Urap dan Pecel
Begitu keluar stasiun, di seberang stasiun, depan toko yang belum buka ada dua mbok-mbok yang berjualan nasi pecel dan urap. Sayurnya sih standar, tauge, kacang panjang daun singkong dan daun pepaya (kurang kenci ya?). Lauknya bisa tempe atau tahu bacem atau gorengan. Bumbu pecel dan urapnya sama-sama enaaaaaak. Cuma kalau urap agak pedas untuk ukuran saya (tapi masih bisa tahan sih) Tempe dan tahu bacemnya juga rasa bacem Jawa banget. Manis :) Harganya, kalau hanya pecel/urap tanpa nasi Rp 4.000 tambah baceman/gorengan seribuan. Murah? Iya banget!
2. Nasi Kuning
Tempatnya di dalam pasar tapi masih di jalur jalan ke UI. Nasi kuningnya enak karena baru mateng dan bukan yang dibungkus dalam kotak mika. Kunyit di nasinya terasa. Pilihan lauknya ada banyaaaak, di samping default orek tempe, krupuk dan bihun, ada perkedel kentang, gorengan, telur balado, sate kerang dan favorit saya sate ayam :) Satu bungkus porsinya cukup besar. Kalau pakai lauk sate ayam cukup bayar Rp 8.000. Untuk lauk lain rata-rata harganya antara Rp 1000-2000
3. Lontong sayur
Ada beberapa yang jual, tapi yang saya suka ada di ujung jalan pasar, sebelum naik jembatan. Lontongnya bikinan sendiri, dibungkus pakai daun pisang (bukan dengan plastik). Sayurnya sayur pepaya. Pilihan lauknya ada gorengan, telur balado, tahu/telur kecap, kadang ada opor. Harga kalau cuma lontong saja, saya kurang tahu. Tapi terakhir beli di sana dengan lauk telur, saya hanya diminta bayar Rp 6000. Murah, ya?
Berhubung saya mau kerja sambung lain waktu. Masih ada tentang cemilan-cemilan Cikini. Insyaallaah :)
Wednesday, May 08, 2013
Berkunjung ke Universitas Indonesia (I)
Untuk urusan pekerjaan, saya harus mengunjungi beberapa universitas ternama di Indonesia. Karena harus mendatangi program studi tertentu, saya berusaha mencari informasi di web kampus tersebut mengenai lokasi persis prodi-prodi tersebut. Ternyata petunjuknya tidak terlalu membantu.
Sudah sempat ngomel-ngomel sih, tapi langsung terhenti saat googling kampus sendiri ternyata sama tidak jelasnya. Petanya kecil, tidak ada keterangan skala, tidak ada keterangan bagaimana menuju gedung-gedung di UI, dan... arah utara ada di sebelah kiri hiksss..
Sehingga untuk mengurangi rasa bersalah, saya membuat peta ini.
Semoga cukup membantu bagi yang membutuhkan.
Memasuki Kampus UI Depok seperti memasuki hutan kota, dengan pohon-pohon, danau-danau dan hutan kecil di sana sini.
Fakultas-fakultas yang ada di Universitas Indonesia bisa dilihat di sini
Gedung-gedung dan fakultas-fakultas di Kampus UI Depok dikelompokkan per fakultas dan terletak menyebar dalam satu lingkaran, kecuali Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Ilmu Budaya dan Fakultas Farmasi semua fakultas berada di tepi jalur jalan lingkar UI. Jika diurutkan dari depan:
1. Halte Stasiun UI, lurus mengikuti jalur jalan maka urutannya adalah:
2. Di sebelah kanan akan bertemu Fakultas Hukum (di sudut kanan belakangnya ada Fakultas Psikologi),

3. Masjid UI (di belakangnya ada (3a) Perpustakaan Pusat UI yang baru yang berbentuk bukit teletubies dan Fakultas Ilmu Komputer (13a)),
3a. Perpustakaan UI baru dilihat dari arah danau
4. Halte bus Balairung UI, di seberang terdapat
4a. Balairung UI dan
4b. Gedung Rektorat UI
5. Di sebelah kiri ada 5a. Fakultas Ilmu Keperawatan,(sedang dalam pembangunan) bersebelahan dengan 5b. Gedung Pusat Kesejahteraan Mahasiswa

Update: gedung ini sudah dirobohkan :D
Sedang dalam proses pembangunan rumash sakit UI (?) yang terhubung dengan gedung Rumpun Ilmu Kesehatan yang ada di seberangnya.
(belum punya fotonya :( )
Gedung Pusat Kesejahteraan Mahasiswa

Di sebelah kanan jalan, di seberang Fakultas Keperawatan, ada 5c. Gedung Fakultas Kesehatan Masyarakat
Saat ini sedang

Melintasi boulevard,di ujung kanan boulevard ada 6. Gedung eks BNI, di lt 2 terdapat Ruang Sidang UI
Boulevard di sebelah kiri jalan

Boulevard di sebelah kanan jalan
7. Halte Fakultas MIPA, 7a. Gedung Fakultas Farmasi berada di belakang FMIPA

8. Halte Poltek
Setelah melewati kolam hijau dan (8a) lapangan hockey di sebelah kiri, ada jalan menuju Poltek Jakarta, di sebelah kanan ada jalan naik menuju (8b) Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa UI
9. Halte Kukusan Kelurahan, di sebelah kiri jalan menuju Gedung Vokasi. 9a. Stadiun UI
10. Halte Fakultas Teknik (aka Kukusan Teknik / Kutek)

Update: di seberang Fakultas Teknik dibangun Klinik Satelit UI
11. Halte Fakultas Ekonomi, danau
12. Pusat Studi Jepang (di belakangnya 12a. Gedung Fakultas Ilmu Budaya),
13. Fakultas ISIP (di belakangnya ada 13a. Fakultas Ilmu Komputer)

13a. Fakultas Ilmu Komputer
14. Halte Fakultas Psikologi (dengan Fakultas Hukum di sudut kanan belakang).
Kembali ketemu Bundaran Psikologi
Untuk mengunjungi tempat tersebut jika tidak membawa kendaraan sendiri bisa dengan menumpang bis kampus (sepeda hanya khusus untuk penghuni UI :p)
Bis kuning dengan papan warna merah akan memutari UI di jalur seperti di atas, sedang bis dengan papan biru akan berbelok ke kiri dengan urutan yang berlawanan.
Ini contoh bis kuning papan biru (lihat di jendela depan dekat pintu masuk bis)
Friday, May 03, 2013
Wednesday, April 24, 2013
Friend with Benefit
Saya sempat jatuh cinta dengan iPhone
dan bertekad ingin membelinya
satu saat sesudah si blueberry tercinta minta pensiun
(tapi hingga saat ini, umurnya menjelang 7 tahun, belum juga minta pensiun :))
Awalnya teman saya mencela pemujaan saya terhadap iPhone
tapi pujian saya untuk iPhone tak pernah terhenti
Hingga satu saat, teman tersebut memamerkan hasil belanjanya (dengan wajah cerah ceria)
si iPhone putih pujaan!
Sejak saat itu, langsung hilang kecintaan saya pada si putih itu.
Kejadian serupa sebelumnya sudah pernah terjadi pada blackberry.
Sesudah iPhone, hal yang sama terjadi pada iPad.
Jadi ada satu lagi metode saya
untuk tidak membeli barang-barang yang tidak terlalu dibutuhkan,
tapi menggoda sangat untuk dibeli.
Ceritakan padanya!!
Itulah friend with benefit versi saya
Kalau versi kamu?
dan bertekad ingin membelinya
satu saat sesudah si blueberry tercinta minta pensiun
(tapi hingga saat ini, umurnya menjelang 7 tahun, belum juga minta pensiun :))
Awalnya teman saya mencela pemujaan saya terhadap iPhone
tapi pujian saya untuk iPhone tak pernah terhenti
Hingga satu saat, teman tersebut memamerkan hasil belanjanya (dengan wajah cerah ceria)
si iPhone putih pujaan!
Sejak saat itu, langsung hilang kecintaan saya pada si putih itu.
Kejadian serupa sebelumnya sudah pernah terjadi pada blackberry.
Sesudah iPhone, hal yang sama terjadi pada iPad.
Jadi ada satu lagi metode saya
untuk tidak membeli barang-barang yang tidak terlalu dibutuhkan,
tapi menggoda sangat untuk dibeli.
Ceritakan padanya!!
Itulah friend with benefit versi saya
Kalau versi kamu?
Sunday, February 03, 2013
BB :p
Pinter ya, yang jual blackberry
Maksa orang buat beli barang mahal,
padahal yang dipakai hanya bbm-nya saja
Mau telpon nggak punya pulsa
Ada orang kasih link di twitter minta dibacain isinya
Mau pergi ke suatu tempat masih nanya-nanya orang
Maaf, deh. Berhubung saya belum pernah punya
jadi nggak tahu aplikasi apa aja yang ada di situ
Saturday, September 29, 2012
Saya wanita kuat
Saya memang memasang tampang wanita perkasa
Resikonya...
Saya hampir tidak pernah dikasih tempat duduk di gerbong wanita
Orang sering merasa bebas menjadikan saya menjadi bemper
Saya diharapkan untuk melakukan hal-hal yang tidak mau dilakukan orang lain
Saya hanya terlihat saat saya membuat kesalahan
Orang berkomentar tentang kehidupan saya
dan merasa saya tidak akan tersinggung apapun komentarnya
Ya, saya wanita kuat
Dan anda tidak akan melihat saya menangis
Gambar dari sini
Monday, September 10, 2012
AADC
Cinta : Saya sayang banget sama kamu.
Rangga : Saya juga sayang banget sama kamu, Ta. Sayang sekali.
Kangen....kangen sekali
Sunday, July 08, 2012
Hidup yang sempurna
Apa sih, yang kamu takutkan dari kesusahan?
Sampai sebegitunya berusaha menghindari
Kesusahan seperti apa sih yang sudah pernah kamu alami?
Apa kesusahan benar datang dari hal yang kamu takutkan?
Bukannya biasanya justru datang tanpa diduga
Berapa banyak juga kesenangan yang datang tak disangka-sangka?
Itulah hidup...ada susah ada senang
Apa sih yang kamu takutkan?
…hidup tidak akan pernah sempurna,
karena hanya seorang pengecut yang mengharapkan hidup yang sempurna (2 ~donny dhirgantoro)
Sungguh kasihan orang yang tidak pandai bersyukur
Sampai sebegitunya berusaha menghindari
Kesusahan seperti apa sih yang sudah pernah kamu alami?
Apa kesusahan benar datang dari hal yang kamu takutkan?
Bukannya biasanya justru datang tanpa diduga
Berapa banyak juga kesenangan yang datang tak disangka-sangka?
Itulah hidup...ada susah ada senang
Apa sih yang kamu takutkan?
…hidup tidak akan pernah sempurna,
karena hanya seorang pengecut yang mengharapkan hidup yang sempurna (2 ~donny dhirgantoro)
Sungguh kasihan orang yang tidak pandai bersyukur
Monday, July 02, 2012
Membaca
Membaca, buku apa saja bahkan komik sekalipun,
selalu membuatku rindu untuk menulis
Duhai, Metri...
kapan engkau akan merasa tidak terlalu sibuk untuk menulis (dan membaca)?
*suatu weekend, sesudah baca Madre dan Miiko
selalu membuatku rindu untuk menulis
Duhai, Metri...
kapan engkau akan merasa tidak terlalu sibuk untuk menulis (dan membaca)?
*suatu weekend, sesudah baca Madre dan Miiko
Wednesday, March 14, 2012
Teman Saat Galau
Sedang galau?
Butuh teman yang nggak ngeselin?
*coca cola, buat awal gratis gak apa. Besok-besok nggak lagi ya? :)
11 hari kemudian
Si teman galau itu bakal punya teman baru. The Colonel!
*softlaunching gratis yaaaa? :p
Margonda, Depok
Friday, March 09, 2012
Rasa Tentang Kita
Saat-saat seperti ini
Waktu yang paling tepat untuk menjadi seniman
Menjadi kaya dan terkenal
Adele
Glenn Fredly
Sayang, saya tidak sekreatif itu
Dan tugas dan tanggung jawab yang datang bertubi-tubi
Tidak mengijinkan saya untuk bermenye-menye terlalu lama
Alih-alih menciptakan karya seni
Tapi tak apa
Saya (dan ia) baik-baik saja
Dan saya menikmati setiap detiknya
dengan semua rasa yang berbaur
dan datang silih berganti
Saya sudah merasa kaya
walaupun tidak terkenal
Wednesday, February 01, 2012
Fase tersadar
Lautanku
Airmata masih mudah berurai karenamu
Kamulah yang masih terpikir untuk aku beri tahu untuk setiap hal yang terjadi
Inbox dan send folder masih dipenuhi namamu
Apakah wajahku masih jadi wallpaper handphonemu?
Airmata masih mudah berurai karenamu
Kamulah yang masih terpikir untuk aku beri tahu untuk setiap hal yang terjadi
Inbox dan send folder masih dipenuhi namamu
Apakah wajahku masih jadi wallpaper handphonemu?
Thursday, January 26, 2012
Gemini Today
Creating more romance to your life doesn't just relate to a love relationship --
romance is also a big part of how you relate to the world.
Are your ideals losing some of their romance?
Are you seeing things in a beautiful and hopeful way --
or are you seeing them with suspicion and cynicism?
Things can seem hopeless, but in the long term,
any rough patch you're going through will be a mere wrinkle in your life.
Have hope for tomorrow.
It will be better than today.
-Y!-
Monday, January 16, 2012
A destination
Where you want to go people?
Please make sure you have a destination
A worthwhile one to be attained
So you won't waste your time
Slipi-16 Januari-15.20
Saturday, January 14, 2012
Sajak Rendra
Hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh.
Hidup adalah untuk mengolah hidup.
Bekerja membalik tanah.
Memasuki rahasia langit dan samodra.
Serta mencipta dan mengukir dunia.
Kita menyandang tugas.
Karena tugas adalah tugas.
Bukan demi sorga atau neraka.
Tapi demi kehormatan manusia.
Karena sesungguhnyalah kita bukan debu.
Meski kita sudah reyot, tua renta dan kelabu.
Kita adalah kepribadian.
Dan harga kita adalah kehormatan kita.
Tolehlah lagi ke belakang.
Ke masa silam yang tak seorang pun kuasa menghapusnya
sajak dari WS Rendra.
Entah dari mana pertama kali aku mendapatkan sajak dasyat ini
padahal internet aja belum kenal.
Tapi sajak ini telah tertulis di halaman awal salah satu buku harian masa SMA
Menemani ...menyemangati menjalani hidup
Mengingatkan untuk terus berusaha keras dalam segala hal karena memang itu kenyataan hidup yang sesungguhnya.
Bukan seperti cerita dongeng Cinderela yang menggantungkan kebahagiaan pada kehadiran seorang pangeran tampan.
.
Kucing di Jendela
Kucing dua warna ini sering menemani saat masak-masak.
Suka menyambut kepulanganku (terutama saat bawa makanan).
Hobinya nongkrong di jendela kamar.
Jadi merasa seperti Alice in Wonderland
Tuesday, November 29, 2011
Siapa sih loe?
Memberi Perintah Kepada Allah
Tidak ada
pekerjaan terpenting dalam kehidupan kita
kecuali
menunggu datangnya shalat, dan menyegerakan shalat.
Dalam satu dialog ada
yang bertanya kepada saya bahwa tanpa sadar kita sering memberi perintah kepada
Allah.
“Tahu ga Ustadz, perintah apa tuh kira-kira?”.
“Perintah yang dimaksud,
perintah tunggu…” katanya melanjutkan.
Pembicaraan saat itu sedang membicarakan shalat tepat waktu.
"Coba aja lihat", kata orang ini.
Ketika Allah memanggil,
lewat muadzdzin, kita masih asyik dengan dunia kita.
Tidak sadar bahwa Allah
sudah memanggil kita untuk sujud dan ruku’ menghadap-Nya.
Sebagian lagi mendengar,
tapi tidak bergerak. Sebagiannya malah tidak bisa lagi mendengar.
Tertutup oleh
kesibukannya bekerja, berusaha dan mencari dunia. Bener.
Rupanya kita ini memberi
satu pengkodean terhadap Allah, di hampir di setiap 5
waktu shalat.
Yaitu pengkodean perintah
“TUNGGU”. Luar biasa.
Jadilah Allah “Menunggu” kita.
Sungguh tidak ada
pantas-pantasnya.
Masa Allah disuruh menunggu
kita, iya ga?
***
Perintah “Tunggu”
Tidak ada yang lebih penting di dunia ini yang harus kita kerjakan
kecuali shalat.
Shalatlah pekerjaan utama kita, sedang yang lainnya adalah
pekerjaan sambilan.
Apa yang terjadi dengan diri Anda ketika Anda mendengar Azan?
Apakah langsung bergegas memenuhi panggilan azan tersebut, lalu
melaksanakan shalat? Atau biasa-biasa saja?
Kalau Anda tidak segera
bergegas menyambut seruan itu, maka ketahuilah kita termasuk yang berkategori
memberi perintah kepada Allah. Yaitu perintah “tunggu” tersebut.
Perintah “tunggu” kepada Allah ini berarti:
# Tunggu ya, saya sedang
melayani pelanggan.
# Tunggu ya, saya
sedang nyetir.
# Tunggu ya, saya sedang
menerima tamu.
# Tunggu ya, saya sedang
nemani klien.
# Tunggu ya, saya sedang
rapat.
# Tunggu ya, saya sedang
dagang nih.
# Tunggu ya, saya sedang belanja.
# Tunggu ya saya
sedang belajar.
# Tunggu ya saya sedang
ngajar.
# Tunggu ya saya sedang
merokok.
# Tunggu ya, saya sedang
di tol.
# Tunggu ya, saya
sedang dalam terburu-buru.
# Tunggu ya saya
sedang tidur.
# Tunggu ya, saya sedang
bekerja.
Dan seterusnya
Coba aja berkaca kepada diri sendiri, dan kebiasaan ketika
menghadapi waktu shalat.
Perintah tunggu inilah yang kita berikan kepada Allah.
Adzan berkumandang…
Allahu akbar, Allahu akbar… Bukannya kita bergegas menyambut seruan itu, malah
Allah kita suruh menunggu…
***
Siapa sih kita?
Sesiapa
yang tidak mengusahakan shalat di awal waktu, sungguh dia adalah orang
yang tidak
mengenal Allah. Rizki-Nya lah yang selalu kita cari. Pertolongan-Nya lah
yang sedang
kita butuhkan. Dan Allah datang di setiap waktu shalat membawa apa
yang kita
butuhkan, memberi apa yang kita inginkan, di luar kebaikan-Nya yang
bersifat
sunnatullah.
Kita ini, manusia, makhluk ciptaan Allah.
Diciptakan dari saripati
tanah.
Kita ada, lantaran ada
hubungan yang diizinkan Allah dari hubungan laki-laki dan perempuan yang
kemudian terjadilah kita.
Ya, dari sperma, kita
menjadi manusia.
Makanya Allah menyindir
di surah Yaasiin ayat ke-77, bagaimana mungkin manusia yang diciptakan dari
saripati tanah lalu tiba-tiba menjadi pembangkang?
Menjadi pendurhaka kepada
Allah?
Tapi ya begitulah. Kita ini emang manusia yang ga tahu diuntung
dan ga tahu diri. Kita ga kenal siapa kita.
Lihat saja,
berani-beraninya kita “memerintah” Allah untuk menunggu kita.
Iya kan?
Sedangkan, saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, seorang kopral,
ga boleh dia
memerintah sersan.
Sersan, ga boleh
memerintah kapten.
Mayor, tidak bisa
memerintah Jenderal, dan seterusnya.
Hirarki itu, terjadi.
Bahkan, seorang polisi
yang berdiri di pinggir jalan, lalu lewat mobil jenderal, lalu dia tidak
mengangkat tangan tanda hormat, maka secara kesatuan, ini akan jadi masalah
buat dia.
Nah, sekarang, tanya, siapa kita, dan siapa juga Allah?
Terlalu amat sangat
jauuuuuuhhhhh hirarki kedudukannya.
Lah, bagaimana mungkin
kemudian kita membiarkan Allah menunggu
kita, atau kita memberikan perintah tunggu kepada-Nya, untuk
menunggu kita?
Astaghfirullah.
Insya Allah orang bisa rada selamet soal shalat, ketika bisa
berpikir begini, “Jangan sampe Allah menunggu saya.
Kalo bisa, saya yang
menyambut Allah. Sebab ga ada pantes-pantesnya.
Masa Raja Diraja, Pemberi
Karunia, yang dirindukan pertolongan-Nya dan
bantuan-Nya, yang dinikmati rizki-Nya, lalu jadi yang menunggu
saya?
Emangnya, siapa saya?”
Dari Ust. Yusuf Mansur
Peringatan Versi audio - Shalat Tepat
Waktu.mp3 lebih menohok!
Subscribe to:
Posts (Atom)














.jpg)








