Showing posts with label teoriku. Show all posts
Showing posts with label teoriku. Show all posts

Monday, January 19, 2015

Cara Menghilangkan Rasa Bosan

Saya tidak yakin ada orang yang tidak mudah bosan terhadap hal-hal yang sifatnya monoton. Termasuk juga saya.
Tetapi mungkin ada orang-orang tertentu yang bisa menyikapi keadaan itu dengan berusaha menikmati kondisi yang ada, atau dengan mempersiapkan diri menghadapi keadaan tersebut.
Langkah awal perlu dimulai dengan memahami diri sendiri. Apa saja hal-hal yang bisa membuat kita bosan dan kegiatan apa saja yang menyenangkan menurut kita.
Untuk saya hal-hal yang menyenangkan untuk dilakukan di waktu senggang ada banyak, antara lain :


  • Baca buku pop culture economics, seri Malcom Gladwell, novel-novel pun. Memperluas wawasan, melatih otak agar tetap bekerja, minimal bikin semangat pingin nulis ini itu.

Btw, dari kelima seri itu tinggal David Goliath saja yang belum punya, gara-gara kurang sreg dengan penggambaran tentang cerita David & Goliath ini. Belum tahu nantinya mau beli atau tidak
  • TWITTER! Dari twitter belajar betapa kadang jalan pikiran orang bisa sangat absurd. Belajar memahami kadang pandangan orang bisa berada di dua titik yang berlawanan secara ekstrim. Kadang keduanya punya alasan yang terdengar masuk akal. Akal sehat, hati nurani, pengetahuan sangat penting untuk bisa membuat kita menentukan posisi kita di antara dua titik ekstrim itu. 
  • Nonton film Korea  dan 3Idiots berulang-ulang sambil nangis-nangis dan ketawa-ketawa (dan setrika baju)
  • Jalan-jalan ke mol, menyusuri jalan di kompleks rumah-rumah kuno, ke Tanah Abang cari barang dagangan, nulis di cafe, ambil foto dari sana -sini. Melihat ini itu, ketemu orang ini itu, itu sungguh menjauhkan diri kita dari sikap sombong dan penggerutu
  • MASAK! Bangun pagi cari tukang sayur. Efeknya akan membuat kita terheran-heran dengan orang yang belanja di super market dan makan di restoran berharga ratusan ribu.
  • Merajut. Beberapa waktu lalu mendapat hadiah satu kotak benang rajutan berbagai warna dan jenis. Baru satu yang sedang dikerjakan. Beberapa mau dibagi-bagi 




Jika dalam perjalanan untuk menghilangkan bosan juga harus disesuaikan. Karena saya pusing jika membaca di mobil maka untuk menghilangkan bosan hanya bisa dilakukan oleh radio atau musik dari hp, ngobrol, atau berusaha duduk dekat jendela. Hal itu yang menyebabkan saya sebisa mungkin menghindari bepergian dengan mobil.

My worst nightmare was in long distance travel by bus, in very very heavy traffic jam with broken air conditioning in the middle of bright sunny day

Habis ide.... bersambung deh


Monday, May 28, 2007

hape vs tingkat kenyamanan

Apa salah satu tanda kalau aku cukup nyaman dengan diriku sendiri atau merasa cukup dengan yang ada di sekitarku?*)

Jawabnya, kalau tidak ada hape di dekatku apalagi di tanganku.

Kebalikannya kalau aku nggak bisa jauh-jauh dengan hapeku itu tandanya ada orang lain (hal lain) yang jauh membuatku lebih nyaman atau lebih menarik atau lebih penting dibanding apa-apa yang sedang ada di dekatku.

Ada banyak orang punya hape lebih dari satu, bahkan aku kenal ada orang yang punya empat diulang…EMPAT hape, empat hape dengan empat nomor dari provider yang berbeda-beda.

Kalo aku asumsikan dengan jumlah alokasi waktu untuk berkomunikasi adalah tetap dan keberadaan hape sebanding dengan kebutuhan untuk berkomunikasi (tentunya, tidak dengan orang yang ada di dekat kita), artinya semakin banyak hape yang dimiliki semakin besar porsi ketidaknyamanan dengan lingkungan di dekatnya, ceteris paribus.

Hapeku cuma satu. Dan saat ini masih merasa cukup satu itu.

*) selain tidak menggeserkan jariku di permukaan ipod searah jarum jam, selain semakin tekun membaca buku, selain tambah dalam melamun :p


Met-Trivia

  • Teknologi hape mulai digunakan tahun 1970 yang diawali dengan penggunaan mikroprosesor untuk teknologi komunikasi. Dan pada tahun 1971, jaringan hape pertama dibuka di Finlandia
  • Martin Cooper dari Motorola dikenal sebagai penemu hape dalam bentuk yang ringkas. Percobaan untuk melakukan panggilan telepon pertama dilakukan pada tanggal 3 April 1973
  • SMS adalah salah satu dari sedikit jasa dalam sejarah konsumen yang tanpa mengalami penurunan harga dapat tumbuh dengan pesat.
  • Nokia Corporation saat ini merupakan pabrik hape terbesar di dunia dengan pangsa pasar sekitar 36% pada kuartal pertama 2007 ini
  • Di beberapa negara, di antaranya UK dan Hong Kong, jumlah hape yang beredar melebih jumlah penduduknya
  • BlackBerry diperkenalkan di tahun 1999, memiliki fasilitas seperti: push e-mail, mobile telephone, text messaging, internet faxing, web browsing dan jasa informasi tanpa kabel lainnya. Dikembangkan di Kanada oleh Research In Motion (RIM). Diberi nama "BlackBerry" karena menurut salah satu ahli penamaan, tombol-tombol pada produk RIM tersebut terlihat "like the tiny seeds in a strawberry," Tetapi kata straw dianggap tidak terlalu mengena, sehingga diubah menjadi blackberry. Dan RIM menerima usul itu
  • Akhir bulan September 2006, Telkomsel mengklaim telah memiliki 32,5 juta pelanggan dengan market share sekitar 55% dari pelanggan hape di Indonesia. Jika hal tersebut benar maka di Indonesia diperkirakan ada 60 juta hape yang beredar secara aktif di Indonesia. Sementara berapa jumlah pemiliknya tidak bisa dipastikan mengingat satu orang mungkin memiliki lebih dari satu nomor.

Gambar dari sini
Sumber: telkomsel wikipedia yahoo mobile

Friday, April 27, 2007

Buku Impor vs Buku Terjemahan


Semalam aku menyampuli buku Stiglitz-ku, sudah lama kubeli, hanya baru sekarang aku sempat melakukannya. Buku ini merupakan terjemahan dari buku aslinya yang berjudul The Roaring Nineties: A New History of the World’s Most Prosperous Decade. Diterbitkan di New York. Diterjemahkan ke dalam edisi Bahasa Indonesia menjadi DEKADE KESERAKAHAN : Era '90-an dan Awal Mula Petaka Ekonomi Dunia. Dan dengan bangga penerbitnya memamerkan bahwa buku ini dilengkapi pengantar khusus edisi Indonesia yang ditulis oleh Stiglitz sendiri, khusus untuk edisi Indonesia ini.

Pihak redaksi sempat menceritakan kesulitan yang dialami untuk mendapatkan pengantar khusus ini, bahkan penerbitan buku pun sempat mundur untuk menunggu selesainya pembuatan kata pengantar tersebut.

Penerjemahan dan penambahan kata pengantar tentu berarti biaya. Biaya yang tidak perlu dikeluarkan oleh penerbitnya di New York.

Tapi kenapa harga buku import itu justru jauh lebih mahal dibanding buku terjemahannya di sini? Bahkan harga buku impor sebelum ditambah biaya pengiriman pun sudah jauh lebih mahal. Misalnya untuk buku Roaring tadi di Amazon , sebelum ditambah shipping dan import fee, harganya $24.65, dengan kurs hari ini jadi sekitar Rp 223.822,00. Padahal harga edisi Indonesia dari penerbitnya hanya Rp 63.500,- *perasaan, waktu aku beli harganya malah lebih murah dari itu*.

Jadi menurutku kemungkinan masalahnya ada di biaya cetak. Mungkin tinta di sini memakai yang aspal, kualitas kertas yang kurang bagus atau juga tenaga kerja yang lebih murah? Atau karena di sini lebih dekat dengan semua bahan produksi itu?

Jadi, tanpa bermaksud menentang penerbitan buku-buku terjemahan, bisa nggak sih, buku-buku dari luar yang memang mau dipasarkan di sini, di cetak di Indonesia saja? Tanpa biaya penerjemahan tentunya bisa membuat harga jualnya lebih murah dibanding harga buku terjemahan, bukan? * berdasar hukum ekonomi, jika harga turun permintaan akan naik :p. Orang Indonesia bakal tambah pinter*

Apa itu akan membunuh industri buku terjemahan? Ya, nggaklah! walaupun nanti harganya lebih mahal, banyak orang yang akan memilih membeli edisi Indonesia, karena nggak mau pusing membaca dalam bahasa asing jadi rela aja bayar lebih mahal sedikit.

Begitu nggak sih?
Setuju?

*lagi mulai menunggu datangnya Harry Potter terakhir*

Wednesday, November 22, 2006

radio...o..o..radio....

gambar dari sini

Tau nggak bedanya radio bagus ama radio nggak bagus?

Radio bagus, kebanyakan muter lagu (bagus-bagus sih lagunya), jadi nunggu-nunggu kapan penyiarnya ngomong.
Radio je...eh nggak bagus, penyiarnya kebanyakan ngomong padahal, maap-maap, omongannya garing banget, jadi nunggu-nunggu kapan muter lagu

Thursday, June 08, 2006

Rumus II

Tragedi + Waktu = Komedi
Yang ini, aku contek dari blog orang.
Makasih ya

Rumus I

Satu malam berlalu
dan memberiku tambahan keyakinan akan kebenaran:
Kekuatiran(1-80%)= Kenyataan
Bahkan seringkali meningkat sampai 90%
(terutama kalo sudah lewat waktunya hehehe....)
Percaya, deh!