Thursday, November 22, 2018

Mencari Drama Korea yang Layak Ditonton

Awal nonton drama Korea dari jaman Autumn in My Heart (2000) sampai sekarang 
Dari yang semula nonton karena pemainnya cakep-cakep dan ceritanya menyayat hati sampai yang sekarang terkagum-kagum dengan perkembangannya.
Ceritanya dengan latar belakang yang beragam dari dunia politik, hukum, kedokteran, polisi, militer....dan banyak yang dikerjakan dengan riset yang serius dan tidak lagi mengandalkan adegan yang mengurai airmata, pemain yang kinclong, dan drama setengah mimpi tentang kisah cinta LDR (LDR beda kota, beda alam, beda jaman, beda ekonomi, beda turunan yang ekstrem). 
Ya..memang harus pinter-pinter milih sih....karena tiap tahun jumlahnya banyaaaak banget. Kabarnya produksinya saat ini sudah naik 3 kali lipat dari awal 2000an.

Karena pilihannya banyak jadi nggak perlu ragu untuk nggak usah terusin nonton kalau begitu lihat ada yang nggak sreg. Biasanya kalau pas nonton trus pengen komentar : ihhh bodohhhhh! Dan kalau banyak scene sogokan yang nggak perlu seperti cowok lagi mandi atau adegan mesra yang terlalu sering itu juga tanda drama "nggak beres".
Tinggalin...cari yang lain

Tapi bagaimana cara cari drama yang bagus dan sesuai selera? 
Berdasar pengalaman...kalau nonton berdasar rekomendasi dari web dan blog penggemar KDrama itu tidak membantu...yahh mungkin beda selera sih...(sampai sekarang saya nggak ngerti kenapa banyak orang yang menganggap bagus Another Miss Oh, padahal semua masalah dengan gampang dibikin terjadi karena orangnya lagi mabuk  dan tiap hari ada adegan mereka mabuk, dan banyak adegan sogokan pliss deh)
Berdasar rating juga nggak menolong, Stranger bagus tapi rating jeblok

Jadi bagaimana triknya?
Kalau saya pingin nonton drama baru, biasanya lewat drama yang sudah saya suka. Lihat penulisnya, directornya lalu googling dia buat drama apa saja. Bisa cek di asianwiki.com
Misalnya awalnya saya suka dengan dialog di A Gentleman Dignity,  Writer-nya Kim Eun-Sook. Jadi saya cek semua drama yang dia tulis. Jadilah saya tonton The Heirs, Descendants of the Sun, Guardian: the Lonely and Great God dan Mr. Sunshine.
Walaupun nggak terlalu suka dengan Goblin  Semua dramanya dialognya seperti yang saya suka dan terakhir-terakhir ini jor-joran dalam cinematography-nya...mungkin karena DoS yang sukses luar biasa.
Atau karena saya suka I Can Hear Your Voice yang ditulis Park Hye-Ryun maka jadi nonton Page Turner dan While You Were Sleeping.
Tapi cara itu sepertinya tidak terlalu sukses untuk On the Way to Airport 😂

Cara lain, cari daftar rekomendasi dari orang yang salah satunya merekomendasikan drama yang kita suka...itu juga cukup membantu. Karena paling nggak akan ada irisan selera dengan kita.

Tetapi memang tetep sihhh...semua caranya dimulai dengan kita punya patokan dulu drama semacam apa yang ingin kita lihat. 

Bagi newbie yang pengen coba-coba nonton drama Korea, saya merekomendasikan:
1.  The Moon Embracing The Sun (2012)
Cerita masa Kerajaan Korea kuno, tentang raja yang jatuh cinta dengan orang yang sama untuk kedua kalinya. Walau ada tokoh jahatnya tapi nontonnya nggak was-was karena rajanya cerdas dan ganteng.

2. Descendant of The Sun (2016)
Sukses bukan hanya bermodal pemain ganteng dan cantik. Walaupun sebenarnya jalan ceritanya biasa saja, tapi dialognya cerdas dan kocak (hal yang selalu saya ulang untuk menggambarkan tulisan Kim Eun-Sook). Dan gambarnya bagussss.....

3. Oh My Venus (2015)
Cerita tentang usaha menurunkan berat badan, tapi digambarkan secara detail 'penderitaan' yang harus dilalui. Bikin semangat buat olahraga sihhh
Dan seingat saya ini awal munculnya tren kacamata berlensa besar bundar berbahan logam dan celana ngatung 7/8 nggak jelas  yang dipadukan dengan atasan resmi untuk baju kerja

4. Encounter (2018)
Cerita romantis dua orang dengan beda status dan umur. Cukup lumayan untuk yang sedang pingin nonton cerita yang ringan, bikin baper (dikit) tapi nggak lebay dan maksa sampai bikin neg.

Tambahan
Drama ini bisa dilihat secara negatif, dengan anggap merek ini gold digger dan tantenya. Tapi berhubung cowoknya diceritakan sebagai anak manis dan super baik jadi kayaknya yang nonton terima-terima aja



Untuk yang mau nonton drama romantis yang bukan tentang anak sekolah/kuliahan bisa nonton:
1. A Gentleman Dignity (2012)
Cerita tentang persahabatan 4 laki-laki umur 40an dalam mencari cinta (tsaaaah....)
2. On the Way to Airport (2016)
Sekali-kalinya saya membenarkan ada orang selingkuh. Dan pemeran utama prianya sangat gampang dijatuhcintai hahahahaha 
3. Mr. Sunshine (2018)
Cerita perjuangan dan cinta berlatar belakang Korea di akhir 1800an, dalem...feelingnya tetap terasa walau tidak ada -sama sekali- adegan ciuman. Dan cinematography-nya bikin terbengong-bengong

Rekomendasi lain:
1. Stranger (2017)
Cerita tentang jaksa dan polisi yang bekerja sama untuk memecahkan kasus pembunuhan yang ujungnya terkait masalah politik. Walaupun dari Korea tapi jangan berharap ada adegan sooo-sweet ...karena tokoh utamanya saja hampir nggak pernah senyum. 
2. I Can Hear Your Voice (2013)
Cerita berlatar belakang sekitar tugas jaksa dalam menangani kasus di pengadilan. Ini drama yang awalnya membuat saya terbengong-bengong dengan kemampuan mereka membuat cerita yang buat cinta-cintaan. Tapi saya kurang sreg dengan kisah romantis tokoh utamanya sih....
3. While You were Sleeping (2017)
Persahabatan tiga orang, yang bersama-sama berusaha menolong orang yang muncul dalam mimpi mereka dan berusaha mencari tahu mengapa mereka memiliki kesamaan yang mengikat mereka...pastinya bukan karena mereka suka menjilati tutup yogurt sihh
4. My Mister (2018)
Atau My Ajussi tentang kehidupan 3 bersaudara laki-laki umur 40an dengan masalah hidupnya masing-masing dan seorang gadis miskin licik tapi cerdas dan pemberani yang pernah membunuh orang
5. Sky Castle (2018)
tentang usaha gila-gilaan orang kaya di Korea agar anaknya bisa sekolah di universitas yang ternama. Kayaknya segeblek-gebleknya sekolah di sini nggak ada yang anak SDnya pulang jam 10 malam 
Bisa gila kalau jadi anak sekolah di Korea

Kalau mau nonton KDrama yang pemainnya ganteng cantik dengan cerita yang masih bisa diterima tanpa banyak ngomel :

1. City Hunter (walau kadang harus menahan diri karena lihat jagoan tapi pakai baju rumbai-rumbai atau celana pink!)
2. Healer (ceweknya cakepan pas rambutan masih berombak)
3. K2 (agak lebay sih...tapi berhubung yang main ganteng....)
4. Heirs (ketuaan buat jadi anak SMA)
5. Goblin (Kalau si goblin lagi childish kadang jadi pingin nabok)
6. King 2 Heart
7. Suits

Monday, September 03, 2018

The Four Agreements

Don Miguel Ruiz

The Four Agreements Summary:

Be Impeccable With Your Word – Speak with integrity.  Say only what you mean.  Avoid using the word to speak against yourself or to gossip about others.  Use the power of your word in the direction of truth and love.

Don’t Take Anything Personally – Nothing others do is because of you.  What others say and do is a projection of their own reality, their own dream.  When you are immune to the opinions and actions of others, you won’t be the victim of needless suffering.

Don’t Make Assumptions – Find the courage to ask questions and to express what you really want.  Communicate with others as clearly as you can to avoid misunderstandings, sadness, and drama.  With just this one agreement, you can completely transform your life.

Always Do Your Best – Your best is going to change from moment to moment; it will be different when you are healthy as opposed to sick.  Under any circumstance, simply do your best, and you will avoid self-judgement, self-abuse, and regret.

Wednesday, June 27, 2018

Do and Don't dalam commuter line

Don't:
- Berisik. Ngobrol kenceng-kenceng nggak berhenti-henti
- Nyender ke orang
- Pakai 2 pegangan sekaligus
- Buang sampah sembarangan
- Cuek duduk walau ada yang lebih membutuhkan
- Kaki selonjor sampai melewati garis batas kaki
- Berdiri depan pintu menghalangi yang mau turun-naik

Do:
- Sebaliknya
- Banyak sabar, nggak perlu komentar yang nggak penting
- Ikut bantu cari tempat duduk buat orang tua, saat diperlukan, kadang cuma modal mulut

Sunday, April 29, 2018

Margonda dulu dan sekarang

Jaman akhir 90an sepanjang jalan Margonda banyak bermunculan warung tenda dengan beragam jualan. Sebagian besar berjualan nasi uduk + pecel ayam. Bahkan band the Fly pun sempat punya satu tenda minuman.
Tren berubah di awal 2000, warung internet bermunculan
Sekarang, sekitar 10 tahun sesudahnya jumlah warung internet di Margonda nyaris tak tersisa
Saat ini yang memenuhi Margonda adalah tempat kuliner. Rasanya setiap lewat selalu terlihat ada warung kopi atau tempat makan baru yang dibuka

Sabtu-Minggu lewat Margonda siap-siap macet

#draf ditulis sambil kena macet Margonda

Saturday, April 14, 2018

Menghilangkan Bad Mood

Beberapa hari lalu di kereta, layar di tengah kereta menguraikan cara menghadapi bad day, yang setelah didengarkan, menurut saya, nggak praktis dan kadang menimbulkan masalah baru.
Misalnya :
- Masuk ke toko bunga dan beli karangan bunga paling bagus. Plis deh berapa harga karangan bunga? Mungkin bete ilang, tapi uang yang terpakai bisa jadi mengurangi jatah pengeluaran lain. Dan itu tips khusus perempuan ya?
- Mendengarkan teman curhat. Alasannya biar nggak merasa sendirian yang bermasalah.
Emang dikira dengerin curhat orang nggak melelahkan?
- Memandang bintang di langit. Trus?

Kalau saya, cara penanggulangan bad mood itu begini:
- Pasang musik. Kalau sedang di jalan pakai headset. Kalau sedang di rumah lebih baik lagi karena bisa sambil joget kacau yang penting badan bergerak
- Hujan-hujannya sepulang kerja. Sambil nangis juga nggak ketahuan
- Lakukan hobi kita. Jahit, gambar apa saja yang bisa mengalihkan pikiran
- Telpon orang dekat. Tapi ngobrolin hal lain saja
- Pernah juga bad mood hilang tak sengaja. Ceritanya pas pagi bad moods iseng naik trans ke kantor tapi baru setengah jalan tambah kesel karena macet dan udah telat *dan kebelet pipis*. Akhirnya turun naik ojek, di jalan kena angin, kena matahari dan abang ojeknya ganteng sampai kantor bad mood sudah hilang sendiri

Berkunjung ke Pasar Tanah Abang



Sabtu lalu sambil menunggu toko langganan buka, saya mengamati orang yang lalu –lalang.  Dan dalam waktu yang tidak terlalu lama ada sekelompok ABG dan satu keluarga yang sudah dua kali lewat di depan saya. Jadi lah terpikir untuk buat tulisan tentang Pasar Tanah Abang.

Pasar Tanah Abang memang memiliki banyak kelebihan dibanding pasar-pasar lain di Jabodetabek. Lokasinya di pusat Jakarta dengan 6 blok yang saling terhubung membuat pengunjung memiliki banyak sekali pilihan barang dengan harga yang relative murah, apalagi jika membeli secara grosir.
Hanya saja bagi yang belum terbiasa, berkunjung ke Tanah Abang kadang bukan merupakan pengalaman yang menyenangkan. Mengapa?

  • ·         Banyaknya pilihan barang  awalnya menyenangkan tapi kalau sulit menetapkan pilihan akan bikin pusing. Pilihan barang itu juga disertai pilihan harga. Karena meskipun judulnya pasar, tetapi ada juga barang-barang premium yang dijual dengan harga lumayan mahal
  • ·         Tanah Abang itu sangat luas, Blok A saja memiliki 12 lantai untuk toko (di luar tempat parkir) dan masing-masing lantai memiliki 6 los, tapi kalau sudah pusing kadang kita sering terjebak muter-muter di situ-situ saja. Sampai malu sama yang punya toko. “Eh tadi kita udah ke sini belum ya?”
  • ·         Barang sih memang murah dan lucu tapi apa yakin bakal dipakai ? Apalagi kalau perginya rame-rame kadang tergiur beli sesuatu yang  bukan-gue- banget-deh (tapi lucu….tapi akhirnya nggak pede pakai).
  • ·         Pajaknya banyak. Selain biaya makan siang, kalau kalap sering terbeli barang-barang di luar tujuan awal.

Dengan semua kepusingan itu kalau belinya hanya sedikit sih lebih baik ke  tempat yang dekat rumah saja, nggak capek.
Tapi untuk yang berniat bulat ke Tanah Abang begini gambarannya.  Bagian utama dari Pasar Tanah Abang itu ada di 4 gedung. Blok A, Blok B, Metro dan Blok F ini urutan berdasar ukuran pasar.
Blok A terdiri dari 19 lantai (luas per lantainya harus cek google dulu heeehe) :12 lantai toko, 1 lantai foodcourt, rooftop untuk masjid, 5 lantai yang full untuk parkir (lantai 9 ke atas), Bangunan paling tinggi dengan ornament warna hijau di atasnya .
Blok B terdiri dari 16 lantai: 10 lantai untuk toko pakaian dll, 6 lantai untuk parkir. Terletak di samping kiri Blok A  kalau dari arah jalan KH Mas Mansyur (atau sebelah selatan Blok A). Blok A dan B terhubung di semua lantai dengan beberapa pintu penghubung
Metro, seingat saya, tempat belanjanya hanya 7 lantai. Letaknya di seberang jalan dari Blok A dan B terhubung oleh 2 jembatan di atas jalan KH Mas Mansyur, di lantai Ground dan 1.
Blok F malah hanya 4 lantai untuk toko. Terletak di belakang Blok A dan B, dari Blok A dan B bisa jalan lewat bawah, dan ada juga beberapa pintu penghubung di Lower Ground dan Ground. Blok F ini yang paling dekat dengan stasiun Tanah Abang jika kita berjalan kaki lewat  Jati Baru.
 Bagi yang mau beli untuk dipakai sendiri lebih baik tidak perlu ke Metro. Di sini sebagian besar barang grosir yang harus dibeli dalam jumlah minimal antara 3-6 pcs. Harganya memang jauh lebih murah sih tapi apa iya mau pakai baju model sama cuma beda warna ? Juga Blok F, bangunan pasar yang paling tua dibanding 3 yang lain walaupun beberapa tahun lalu bagian dalamnya sudah direnovasi, dipasang AC, escalator diaktifkan dan ubin baru. Entah kenapa di Blok ini orang-orang masih berperilaku jorok , buang sampah sembarangan dan merokok. Tapi harganya memang relative lebih murah dibanding di Blok A dan B dan bisa beli satuan. Jenis produk yang dijual di Blok F mirip di Blok A dan B, yang menurut saya beda adalah barang di Metro. Di Metro itu  kebanyakan barang impor dari China, Taiwan atau Hong Kong? Entahlah… baju-baju sih lucu-lucu, dalam arti positif , godaan banget deh kalau ke sini dan walaupun di sini ada dress panjang yang bisa jadi gamis tapi seingat saya tidak ada yang jual baju koko atau jilbab atau mukena di Metro. Jadi ingat saja kalau ke sini jangan cari mukena.
Untuk memudahkan berbelanja perlu diketahui spesialisasi masing-masing lantai. Beda dengan Metro dan Blok F yang tiap lantainya cenderung gado-gado campur, di Blok A dan B ada pengelompokan per lantai. Dan pengelompokan ini sama untuk Blok A dan B. Berikut daftar pengelompokan dari lantai yang terbawah.
·         Lantai B2 (Basement 1)=  kain brokat, tile,batik , perlengkapan jahit menjahit renda segala rupa, pita, payet)
·         Lantai B1 =  korden, sprei, dan rupa-rupa kain dari katun , kanvas, blacu
·         Lantai SLG = campur-campur dari baju tidur, jilbab, blazer, jilbab, mukena, baju muslim
·         Lantai LG (Lower Ground) = mirip SLG. Lantai SLG dan LG ini lantai yang sejajar dengan jalan pintu keluar utama.
·         Lantai G (Ground)= baju anak
·         Lantai 1 = baju dalam , seragam sekolah , baju/seragam olah raga (ada yang menyediakan sablon/bordir di tempat), kaos kaki, baju pria, jaket, jeans
·         Lantai 2 = batik
·         Lantai 3 = tas dan sepatu/sandal
·         Lantai 3A = aksesoris
·         Lantai 5 = baju muslim, jilbab, mukena, baju koko
·         Lantai 6 = butik pakaian pria/wanita, beda model dengan lantai lain
·         Lantai 7 = tas dan sepatu/sandal impor
·         Lantai 8 = foodcourt
·         Lantai 9 – 12A = tempat parkir
·         Lantai A = masjid
Untuk Blok B lantai 6 -11 adalah tempat parkir.
Setiap lantai Blok A dan B memiliki 6 deret yang berhadap-hadapan yang disebut Los dari Los A hingga F. Bedanya di Blok A los A dimulai dari sebelah kiri dari pintu masuk utama , kemudian Los B dan seterusnya dengan los paling kanan los F. di Blok B los A dimulai dari sebelah kanan , kemudian Los B dan seterusnya dengan los paling kiri los F. Penomoran tokonya  memutar –balik, jadi toko nomor 1 berhadapan dengan nomor terbesar. Hal ini perlu diketahui kalau misalnya untuk mencari alamat toko  atau kalau kepisah lebih baik salah satu diam di satu toko agar mudah dicari (kecuali kalau iseng maupun diumumkan lewat speaker di seluruh pasar).
Tips berbelanja di Tanah Abang
1.       Baca doa sebelum masuk pasar agar tidak kalap. Selain doa yang sering saya ingat-ingat kalau masuk pasar adalah “yang lucu dilihat belum tentu lucu dipakai” diulang sampai pegel
2.       Buat daftar belanja dan focus ke daftar tersebut, kalau kebanyakan tengok yang lain-lain seringnya barang tujuan awal justru tidak terbeli
3.       Bawa uang secukupnya, ketimbang keterusan. Kalaupun kurang, ada ATM center di Blok A lantai B1 dan B2 los F, Blok B lantai LG los A bagian belakang, lantai dasar Blok F dan hampir semua lantai ada beberapa ATM
4.       Harga barang umumnya tidak terlalu bisa ditawar. Kalaupun bisa paling turun 5ribuan. Kecuali untuk tas, kalau agak ngotot bisa turun lumayan
5.       Kalau dalam gedung lumayan aman dari copet tapi tetap harus selalu waspada
6.       Kalau mau pindah lantai lebih cepat pakai escalator dibanding lift. Lift nunggunya lama dan sering penuh. Kalau berpindah banyak lantai di Blok A pilih escalator yang ada di pinggir –pinggir deretan Los B dan E ada empat di depan dan belakang, jangan escalator tengah, karena yang pinggir-pinggir itu eskalatornya bersambung sehingga hemat waktu dan tenaga (apalagi kalau bawa belanjaan banyak). Di Blok B , escalator semacam itu ada di sebelah kanan depan.
7.       Kecuali bisa datang pagi-pagi sekali lebih baik tidak bawa kendaraan pribadi. Karena begitu di atas jam 8an pagi biasanya hanya bisa dapat tempat parkir di lantai atas dan saat keluar akan perlu waktu lama. Alternatif lain parkir di luar pasar, dan minta porter bawa belanjaan ke mobil.
8.       Ada beberapa tempat sholat kecil di beberapa lantai, tapi yang paling luas adalah masjid di atap Blok A, agak perlu usaha untuk ke sana tapi enak untuk sholat dan meluruskan kaki sesudah capek belanja. Juga ada tempat sholat di Blok B di lantai B1 (atau B2 ya?) los F, terpisah untuk wanita ada di tengah sebelah foodcourt sedang untuk pria di ujung depan.
9.       Foodcourt Blok A lantai 8 pilihan makanannya banyak dan tempat luas. Tapi tetap saja di jam makan siang kadang sulit mendapat tempat duduk, jadi perhitungkan waktu baik-baik.


Tuesday, September 26, 2017

Penjual layang-layang


Saat sedang menghitung-hitung penentuan harga makanan yang akan saya jual di bazar kantor, tak sengaja saya lihat layang-layang yang tergantung di jendela

Masih saya ingat pagi hari saat saya membelinya seharga dua ribu. Padahal menurut saya dihargai lima sampai sepuluh ribu pun masih pantas
Tapi bapak itu tidak serakah. ...ia merasa cukup dengan keuntungan yang, tentunya, kurang dari dua ribu

Sementara saya sedang resah karena sepertinya keuntungan penjualan saya hanya sekitar lima ribuan saja
Sungguh....cukup itu ada di hati bukan di rekening

Ya Allaah semoga Kau limpahkan rejeki yang berkah dan tak putus-putus untuk bapak itu. Dan untuk semua makhlukMu yang tak meletakkan dunia di hatinya. Aaamiiin

Tuesday, May 16, 2017

Another Miss Oh


One of mostly reason I don't like a particular  drama series is because I don't like the leader actress
Her reaction, habit toward the problems  she faced in the drama that I can agree
Childish, stupidness, trying to be cute....pleasee
In  Another Miss  Oh it becomes worse as some plots arise from drink habit
And drinking alcohol is almost there in every scenes.
I never found another drama series involves drinking alcohol that much
So imho it is no recommended drama series

But after I watched this drama, I become put notice to the sound effect of movie /drama


Friday, April 07, 2017

Spirited Away : another (new) layer



Yesterday I (re)watched Spirited Away. This time was on big screen
As one of master piece of Hayao Miyazaki nothing I can say to add praise for him
I'm agree with someone that said Pixar's movies touches heart and Ghibli 's movies touches soul

Yesterday, personally I wasn't in good mood, break down and and at my lowest point for sometime
due to office's chaotic and unexpected responses (yaah I need to renew my expectations to lower level).
Then I decided to pamper myself in afternoon. Go to Festival the World of Ghibli...
thing that at first, I thought with hesitation

After that, my eyes were witnessing those pleasing colours on big screen. Some people worked very very hard to draw it beautifully with so many detail
Furthermore suprisingly I felt very easy when I walked home
I never aware, that a Ghibli's movies even able to becoming my another layer
Then maybe I'll check their schedule for next few months

Oh...and yesterday I learnt, your layers are not there forever. They are not always as strong as we expected. They have expire date
So we can't always count on them
But the good news is, you also can have a new layer.
Just be curious and follow your instinct to find it


Friday, October 07, 2016

Untuk MRA

Bukan hanya sekali saya menyaksikan langsung perubahan drastis kehidupan seseorang.
Ya perubahan secara material, juga perubahan spiritual...
Perubahan drastis ke arah yang lebih baik sih nggak masalah...
Tapi perubahan ke arah, yang menurut saya, lebih buruk biasanya membuat 'sakit perut' :(

Hari ini saya melihat seseorang yang hampir seperti role model saya. Dulu.
Salah seorang yang mengajarkan saya untuk lebih peka terhadap lingkungan,
lebih menghargai hal-hal kecil, cerita singkat sehari-harinya yang tak jarang membuat mata berkaca-kaca saat selesai membacanya...
Tetapi tanpa sengaja hari ini, saya menyaksikan beliau yang bagai terseok-seok mengejar dunianya. Dan itu sangat menyedihkan.

Semoga Allah melindunginya, tidak membiarkannya terperosok semakin jauh, meringankan bebannya, menjernihkan hati dan pikirannya. Amiin

Wednesday, September 14, 2016

Pasar Cikini (2)

Di Pasar Cikini ada berbagai rupa hal menarik yang bisa dilihat.
Ada pedagang daging ayam yang setiap pagi ditunggui kucing -kucing gemuk yang berderet tertib di depan lapaknya
Ibu berbadan lebar penjual gerabah yang dagangannya ditumpuk tinggi-tinggi, dan ditunggui sambil tiduran, atau nonton tipi sambil sarapan
Tukang lele dengan bak lele barunya.
"Pengamen" yang bersuara seolah-olah sedang ngaji. Iya, seolah-olah karena suara yang keluar dari mulutnya bukan bacaan Al Quran.
Penjual tape singkong yang selalu rapi pakai baju batik (tebakan saya, pasti bapak itu orang Sunda :p)
Tukang sayur yang kalau sore berubah jadi tukang akik
Tapi di antara semuanya ada satu penjual, yang entah kenapa, bagi saya perjuangan hidup mencari nafkah paling menggentarkan. Tukang ager pikulan. :(




Monday, August 15, 2016

Mengingatmu

Deru blower
Tumpukan gelas tukang ronde
Buah apel

Monday, August 08, 2016

Galaksi Bimasakti a.k.a Milky Way

 Dari siniBy: Tim Wood.
 Arizona, dari sini
 Bolivia, Image: Daniel Kordan 
 Bukit Jamur, Kalimantan Barat, dari sini
 Benteng Keraton Buton, Baubau, Sulawesi Tenggara, dari sini
 Columbia County, dari https://twitter.com/TheHudsonValley
 Mauna Kea, Hawaii, dari sini
 Dari sini
 Pantai Pangandaran, Jawa Barat, dari sini
 pantai Krakal, Gunungkidul, Yogyakarta, dari sini
 Pantai Kukup, Yogyakarta, dari sini
 Puerto Rico, dari sini
Telaga Cebong, Dieng, Wonosobo, dari sini

Snake River, Wyoming, Image: Tanner Wendell Stewert

Monday, July 25, 2016

Pilihan donasi (1)

Apa yang mendorong orang untuk melakukan donasi?
Pertanyaan itu yang muncul di pikiran saya saat menyusuri laman kitabisa.com
Tepatnya, apa yang membuat seseorang untuk memilih donasi ke orang tertentu dan bukan ke yang lain?
Padahal sama-sama orang tidak dikenal.
Apa yang membuat penggalangan dana untuk biaya kuliah sekelompok mahasiswa baru tercapai 7% sedang masa pengumpulan dana tinggal 3 hari, sementara bantuan untuk membuat rumah bagi seorang nenek sudah mencapai 115% dan masa pengumpulan dana 38 hari lagi.
Atau...
Mengapa orang lebih memilih untuk menyumbang bagi kesembuhan seekor anjing dengan 3 kaki (12,6 juta atau 126% dari target ditutup 6 hari lagi) dibanding biaya operasi seorang balita yang menderita kanker stadium 4 (5.7 juta atau 11% dari target, ditutup 7 hari lagi).

kitabisa.com tanggal 25 Juli 2016

Tuesday, March 01, 2016

Boss selalu benar, jika boss salah boss tetap benar (1)

A: Senin saya selesaikan deh, mbak
B: Eh tapi kan kita harus tunggu jawaban dari DPA dulu
A: Ohh baiklah

Hari Senin

B: Jangan lupa selesaikan naskahnya ya
A: Bukannya harus tunggu jawaban dari DPA dulu?
B: Iya... tapi kan tetap harus dikerjakan
A:.......

Wednesday, June 24, 2015

Stasiun Kereta Jabodetabek Favorit Saya

Sebagai pelanggan kereta saya juga memperhatikan stasiun-stasiunnya
Hampir semua stasiun Bogor - Jakarta Kota, Bogor -Tanah Abang pernah saya singgahi... yang belum pernah mungkin hanya Sawah Besar dan Mangga Besar.
Ini adalah daftar stasiun-stasiun yang saya sukai:

1. Stasiun Pondok Cina
Stasiunnya penataannya enak, bersih, tidak perlu naik -turun tangga, di depan banyak jajanan, meskipun kalau lewat parkiran siang hari terasa panjang dan panas. Harusnya di ujung satunya ada gate lagi. Tapi saya suka terutama karena setiap sampai stasiun ini berarti saya sudah di dekat rumah.

2. Stasiun Kota
Bangunan antik. Kalau di sini biasanya moodnya bagus karena kalau nggak dari jalan-jalan, kemungkinan besar habis belanja dari Mangga Dua atau Asemka. Sayang di luarnya lumayan semrawut dan kumuh

3. Stasiun Gambir
Saya senang, karena kalau saya di stasiun ini berarti saya akan berpergian keluar kota naik kereta. As simple as that

4. Stasiun Juanda
Stasiun Juanda itu rapi bersih, banyak yang jualan dan wangi makanan tapi tidak sebanyak Gambir, layar monitor petunjuk posisi kereta ada di mana-mana. (Di Manggarai yang seramai itu malah nggak ada satu pun) Saat eskalator di stasiun lain mati di Juanda biasanya hidup terus. Dekat dengan Istiqlal. Tapi mungkin saya suka karena warnanya biru

Foto menyusul deh....


Monday, January 19, 2015

Cara Menghilangkan Rasa Bosan

Saya tidak yakin ada orang yang tidak mudah bosan terhadap hal-hal yang sifatnya monoton. Termasuk juga saya.
Tetapi mungkin ada orang-orang tertentu yang bisa menyikapi keadaan itu dengan berusaha menikmati kondisi yang ada, atau dengan mempersiapkan diri menghadapi keadaan tersebut.
Langkah awal perlu dimulai dengan memahami diri sendiri. Apa saja hal-hal yang bisa membuat kita bosan dan kegiatan apa saja yang menyenangkan menurut kita.
Untuk saya hal-hal yang menyenangkan untuk dilakukan di waktu senggang ada banyak, antara lain :


  • Baca buku pop culture economics, seri Malcom Gladwell, novel-novel pun. Memperluas wawasan, melatih otak agar tetap bekerja, minimal bikin semangat pingin nulis ini itu.

Btw, dari kelima seri itu tinggal David Goliath saja yang belum punya, gara-gara kurang sreg dengan penggambaran tentang cerita David & Goliath ini. Belum tahu nantinya mau beli atau tidak
  • TWITTER! Dari twitter belajar betapa kadang jalan pikiran orang bisa sangat absurd. Belajar memahami kadang pandangan orang bisa berada di dua titik yang berlawanan secara ekstrim. Kadang keduanya punya alasan yang terdengar masuk akal. Akal sehat, hati nurani, pengetahuan sangat penting untuk bisa membuat kita menentukan posisi kita di antara dua titik ekstrim itu. 
  • Nonton film Korea  dan 3Idiots berulang-ulang sambil nangis-nangis dan ketawa-ketawa (dan setrika baju)
  • Jalan-jalan ke mol, menyusuri jalan di kompleks rumah-rumah kuno, ke Tanah Abang cari barang dagangan, nulis di cafe, ambil foto dari sana -sini. Melihat ini itu, ketemu orang ini itu, itu sungguh menjauhkan diri kita dari sikap sombong dan penggerutu
  • MASAK! Bangun pagi cari tukang sayur. Efeknya akan membuat kita terheran-heran dengan orang yang belanja di super market dan makan di restoran berharga ratusan ribu.
  • Merajut. Beberapa waktu lalu mendapat hadiah satu kotak benang rajutan berbagai warna dan jenis. Baru satu yang sedang dikerjakan. Beberapa mau dibagi-bagi 




Jika dalam perjalanan untuk menghilangkan bosan juga harus disesuaikan. Karena saya pusing jika membaca di mobil maka untuk menghilangkan bosan hanya bisa dilakukan oleh radio atau musik dari hp, ngobrol, atau berusaha duduk dekat jendela. Hal itu yang menyebabkan saya sebisa mungkin menghindari bepergian dengan mobil.

My worst nightmare was in long distance travel by bus, in very very heavy traffic jam with broken air conditioning in the middle of bright sunny day

Habis ide.... bersambung deh


Tuesday, December 30, 2014

Tahun 2015

Tumben saya kepikir untuk buat resolusi
Sampai saat ini paling tidak ada 3 hal yang ingin saya lakukan di tahun 2015

1. Bawa kamera ke mana-mana (lagi). Mau serius kumpulin foto
Foto dari sini 
Pingin buat foto seperti ini

2. Serius belajar satu bahasa asing. Seperti ini misalnya
Getty Images

3. Meminimalkan membuang makanan. Dan mengkampanyekannya!!!
Foto dari sini

Food Wastagefootprints

Caranya : baca ini

Bismillaah.....

Thursday, September 18, 2014

Sarapan di Pasar Cikini dan Sekitar



Hampir 5 bulan saya pindah tempat kerja di Salemba. Hampir tiap pagi setelah turun dari kereta di Stasiun Cikini saya berjalan melewati Pasar Cikini menuju Kampus UI Salemba. Setelah lima bulan, berikut makanan favorit saya dari Pasar Cikini dan sekitar:

1. Nasi Urap dan Pecel
Begitu keluar stasiun, di seberang stasiun, depan toko yang belum buka ada dua mbok-mbok yang berjualan nasi pecel dan urap. Sayurnya sih standar, tauge, kacang panjang daun singkong dan daun pepaya (kurang kenci ya?). Lauknya bisa tempe atau tahu bacem atau gorengan. Bumbu pecel dan urapnya sama-sama enaaaaaak. Cuma kalau urap agak pedas untuk ukuran saya (tapi masih bisa tahan sih) Tempe dan tahu bacemnya juga rasa bacem Jawa banget. Manis :) Harganya, kalau hanya pecel/urap tanpa nasi Rp 4.000 tambah baceman/gorengan seribuan. Murah? Iya banget!

2. Nasi Kuning
Tempatnya di dalam pasar tapi masih di jalur jalan ke UI. Nasi kuningnya enak karena baru mateng dan bukan yang dibungkus dalam kotak mika. Kunyit di nasinya terasa. Pilihan lauknya ada banyaaaak, di samping default orek tempe, krupuk dan bihun, ada perkedel kentang, gorengan, telur balado, sate kerang dan favorit saya sate ayam :) Satu bungkus porsinya cukup besar. Kalau pakai lauk sate ayam cukup bayar Rp 8.000. Untuk lauk lain rata-rata harganya antara Rp 1000-2000

3. Lontong sayur
Ada beberapa yang jual, tapi yang saya suka ada di ujung jalan pasar, sebelum naik jembatan. Lontongnya bikinan sendiri, dibungkus pakai daun pisang (bukan dengan plastik). Sayurnya sayur pepaya. Pilihan lauknya ada gorengan, telur balado, tahu/telur kecap, kadang ada opor. Harga kalau cuma lontong saja, saya kurang tahu. Tapi terakhir beli di sana dengan lauk telur, saya hanya diminta bayar Rp 6000. Murah, ya?

Berhubung saya mau kerja sambung lain waktu. Masih ada tentang cemilan-cemilan Cikini. Insyaallaah :)

Wednesday, May 08, 2013

Berkunjung ke Universitas Indonesia (I)




Untuk urusan pekerjaan, saya harus mengunjungi beberapa universitas ternama di Indonesia. Karena harus mendatangi program studi tertentu, saya berusaha mencari informasi di web kampus tersebut mengenai lokasi persis prodi-prodi tersebut. Ternyata petunjuknya tidak terlalu membantu.
Sudah sempat ngomel-ngomel sih, tapi langsung terhenti saat googling kampus sendiri ternyata sama tidak jelasnya. Petanya kecil, tidak ada keterangan skala, tidak ada keterangan bagaimana menuju gedung-gedung di UI, dan... arah utara ada di sebelah kiri hiksss..

Sehingga untuk mengurangi rasa bersalah, saya membuat peta ini.
Semoga cukup membantu bagi yang membutuhkan.



Kampus Universitas Indonesia Depok memiliki area yang cukup luas, dengan kampus berada di dua lokasi. Kampus lama berada di Jalan Salemba Raya (nan melegenda). Di Kampus Salemba terdapat Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, Prodi Pascasarjana berbagai kajian, Prodi MPKP, Magister Manajemen, Magister Akuntansi. Sebagian besar fakultas saat ini telah berada di Kampus UI di Kota Depok, tepat berada di perbatasan Jakarta Selatan dan Depok.
Memasuki Kampus UI Depok seperti memasuki hutan kota, dengan pohon-pohon, danau-danau dan hutan kecil di sana sini.





















Fakultas-fakultas yang ada di Universitas Indonesia bisa dilihat di sini

Gedung-gedung dan fakultas-fakultas di Kampus UI Depok dikelompokkan per fakultas dan terletak menyebar dalam satu lingkaran, kecuali Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Ilmu Budaya dan Fakultas Farmasi semua fakultas berada di tepi jalur jalan lingkar UI. Jika diurutkan dari depan:

1. Halte Stasiun UI, lurus mengikuti jalur jalan maka urutannya adalah:

2. Di sebelah kanan akan bertemu Fakultas Hukum (di sudut kanan belakangnya ada Fakultas Psikologi),















3.  Masjid UI (di belakangnya ada (3a) Perpustakaan Pusat UI yang baru yang berbentuk bukit teletubies dan Fakultas Ilmu Komputer (13a)),

















3a.  Perpustakaan UI baru dilihat dari arah danau












4. Halte bus Balairung UI, di seberang terdapat
4a. Balairung UI dan
4b. Gedung Rektorat UI




5. Di sebelah kiri ada 5a. Fakultas Ilmu Keperawatan,(sedang dalam pembangunan) bersebelahan dengan 5b. Gedung Pusat Kesejahteraan Mahasiswa



Update: gedung ini sudah dirobohkan :D
Sedang dalam proses pembangunan rumash sakit UI (?) yang terhubung dengan gedung Rumpun Ilmu Kesehatan yang ada di seberangnya.
(belum punya fotonya :( )
Gedung Pusat Kesejahteraan Mahasiswa



Di sebelah kanan jalan, di seberang Fakultas Keperawatan,  ada 5c. Gedung Fakultas Kesehatan Masyarakat

Saat ini sedang



Melintasi boulevard,di ujung kanan boulevard ada 6. Gedung eks BNI, di lt 2 terdapat Ruang Sidang UI

Boulevard di sebelah kiri jalan


Boulevard di sebelah kanan jalan


7. Halte Fakultas MIPA, 7a. Gedung Fakultas Farmasi berada di belakang FMIPA



8. Halte Poltek
Setelah melewati kolam hijau dan (8a) lapangan hockey di sebelah kiri, ada jalan menuju Poltek Jakarta, di sebelah kanan ada jalan naik menuju (8b) Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa UI

















9. Halte Kukusan Kelurahan, di sebelah kiri jalan menuju Gedung Vokasi. 9a. Stadiun UI













10. Halte Fakultas Teknik (aka Kukusan Teknik / Kutek)



Update: di seberang Fakultas Teknik dibangun Klinik Satelit UI

11. Halte Fakultas Ekonomi, danau




12. Pusat Studi Jepang (di belakangnya  12a. Gedung Fakultas Ilmu Budaya),
















13. Fakultas ISIP (di belakangnya ada 13a. Fakultas Ilmu Komputer)



13a. Fakultas Ilmu Komputer















14. Halte Fakultas Psikologi (dengan Fakultas Hukum di sudut kanan belakang).

Kembali ketemu Bundaran Psikologi


Untuk mengunjungi tempat tersebut jika tidak membawa kendaraan sendiri bisa dengan menumpang bis kampus (sepeda hanya khusus untuk penghuni UI :p)


Bis kuning dengan papan warna merah akan memutari UI di jalur seperti di atas, sedang bis dengan papan biru akan berbelok ke kiri dengan urutan yang berlawanan.


Ini contoh bis kuning papan biru (lihat di jendela depan dekat pintu masuk bis)